:::: MENU ::::

Minggu, 21 Februari 2016


Sudah sering kita mendengar omongan bahkan seruan tentang Ahlussunahh wal jamaah dari berbagai elemen-elemen masyarakat yg mengatas namakan dirinya sebagai Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Sebutan Ahlus Sunnah ini pun sudah menjamur diantara ormas-ormas  islam yg bahkan tak jarang menimbulkan konflik perseteruan diantara mereka untuk membela dan membenarkan kelompok yg mereka ikuti. Yang menjadi pertanyaannya adalah siapakah sebenarnya Ahlus Sunnah wal jama'ah tersebut.

Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang sebutan ahlus sunnah wal jamaah...

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jamaah ?

Menurut Ibnu Taimiyah,Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah madzhab yang sudah ada sejak dulu. Ia sudah dikenal sebelum Allah menciptakan Abu Hanifah,Malik,Syafi’I,dan Ahmad. Ahlus Sunnah adalah madzhab sahabat yang diterima dari Nabi mereka yaitu Muhammad.Barang siapa menentang itu, menurut pandangan Ahlus Sunnah berarti ia pembuat bid’ah.[1]




Rasulluloh telah ditanya siapakah yang termasuk ‘golongan yang selamat’. Maka beliau terkadang menjawab ,“yang mengikuti aku dan para sahabatku” ,tapi dilain waktu beliau menjawab,”Al-jama’ah”.[2]


Jadi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah ialah orang-orang yang mengikuti aqidah islam yang benar ,komitmen dengan manhaj rasulluloh bersama para sahabat ,tabi’in ,dan semua generasi yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman nanti. Rasulullh SAW bersabda:

عليكم بسنة الخلفاء الراشدين من بعدي عضوا عليه بالنواجد
Hendaknya kamu berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah para khalifah yang lurus sesudahku, gigitlah ia dengan gigi gerahammu.”[3]

Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Berikut  ringkasan akidah Ahlus sunnah wal Jama’ah sebagaimana yang dituturkan oleh Al- Allamah Hujjatul Islam Abu Ja’far Al-Warraq  Ath-Thahawi,”Inilah penuturan keterangan tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah,menurut madzhab para ahli fiqih Islam: Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit Al-Kufi,Abu Yusuf Ya’qub Ibrahim,Al-Anshari dan Abu Abdillah Muhammad bin Al-Hasan Asy-Syaibani Ridwanullah ‘alaihi ajma’in, beserta pokok-pokok keagamaan yang mereka yakini dan mereka gunakan untuk beribadah kepada Allah Rabbil ‘alamin.”[4]:
  1.   Kami menyatakan tentang tauhid kepada Allah,berdasarkan keyakinan semata-mata berkat   taufik Allah:Sesungguhnya Allah itu Maha Tunggal,tiada sekutu bagi-NYA.
  2.   Tiada sekutu pun yang menyamai-NYA.
  3.   Tiada sesuat pun yang dapat melemahkan-NYA.
  4. Tiada yang berhak diibadahi selain diri-NYA.
  5. Yang maha Terdahulu tanpa brawal, yang Maha Kekal tanpa pernah berakhir.
CHAPTER 1.....




[1].Minhajus Sunnah,ii/482
[2] Dirasatul Firaq,23
[3] HR.Imam Ahmad, Musnad Imam Ahmad , vol. IV, hal. 126-127
[4] Muaddimah ini dikutip dari matan Al-Aqidah Ath-Thahawiyah dengan syarah dan komentar Syaikh Al-Albani
Categories:

1 komentar: