Sudah sering kita mendengar
omongan bahkan seruan tentang Ahlussunahh wal jamaah dari berbagai
elemen-elemen masyarakat yg mengatas namakan dirinya sebagai Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Sebutan Ahlus Sunnah ini pun
sudah menjamur diantara ormas-ormas
islam yg bahkan tak jarang menimbulkan konflik perseteruan diantara mereka untuk membela dan membenarkan kelompok yg mereka ikuti. Yang menjadi pertanyaannya adalah
siapakah sebenarnya Ahlus Sunnah wal jama'ah tersebut.
Pada postingan kali ini kita akan
membahas tentang sebutan ahlus sunnah wal jamaah...
Menurut Ibnu Taimiyah,Ahlus
Sunnah Wal Jama’ah adalah madzhab yang sudah ada sejak dulu. Ia sudah dikenal
sebelum Allah menciptakan Abu Hanifah,Malik,Syafi’I,dan Ahmad. Ahlus Sunnah
adalah madzhab sahabat yang diterima dari Nabi mereka yaitu Muhammad.Barang siapa menentang itu, menurut pandangan Ahlus Sunnah berarti ia pembuat bid’ah.[1]
Rasulluloh telah ditanya siapakah yang termasuk ‘golongan yang selamat’. Maka beliau terkadang menjawab ,“yang mengikuti aku dan para sahabatku” ,tapi dilain waktu beliau menjawab,”Al-jama’ah”.[2]
Jadi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah
ialah orang-orang yang mengikuti aqidah islam yang benar ,komitmen dengan
manhaj rasulluloh bersama para sahabat ,tabi’in ,dan semua generasi yang
mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman nanti. Rasulullh SAW bersabda:
عليكم بسنة الخلفاء الراشدين من بعدي عضوا
عليه بالنواجد
“Hendaknya kamu berpegang
teguh pada sunnahku dan Sunnah para khalifah yang lurus sesudahku, gigitlah ia
dengan gigi gerahammu.”[3]
Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Berikut ringkasan akidah Ahlus
sunnah wal Jama’ah sebagaimana yang dituturkan oleh Al- Allamah Hujjatul Islam
Abu Ja’far Al-Warraq Ath-Thahawi,”Inilah
penuturan keterangan tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah,menurut madzhab
para ahli fiqih Islam: Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit Al-Kufi,Abu Yusuf
Ya’qub Ibrahim,Al-Anshari dan Abu Abdillah Muhammad bin Al-Hasan Asy-Syaibani Ridwanullah ‘alaihi ajma’in, beserta pokok-pokok keagamaan yang mereka
yakini dan mereka gunakan untuk beribadah kepada Allah Rabbil ‘alamin.”[4]:
- Kami menyatakan tentang tauhid kepada Allah,berdasarkan keyakinan semata-mata berkat taufik Allah:Sesungguhnya Allah itu Maha Tunggal,tiada sekutu bagi-NYA.
- Tiada sekutu pun yang menyamai-NYA.
- Tiada sesuat pun yang dapat melemahkan-NYA.
- Tiada yang berhak diibadahi selain diri-NYA.
- Yang maha Terdahulu tanpa brawal, yang Maha Kekal tanpa pernah berakhir.

keren
BalasHapus